PEMBANTU CANTIK

Antok tertegun sesaat ketika Yanti pembantunya meletakkan secangkir teh manis dimeja, Tatapan matanya tertuju pada belahan dada yanti yang terlihat melalui sela sela dasternya. Buah dada pembantunya itu terlihat sangat sintal dan menggairahkan sehingga bujang itu tersentak saat Yanti menyapanya.

“Kopinya lho Mas kok malah melamun..?? Ucapnya sambil tersenyum manis.

“Eh..iyaaa.. makasih yaa.. ” Sahut Antok gugup sambil mengambil perlahan dan meneguk secangkir kopi itu ,

Yanti mengangguk pelan dan bergegas berjalan menuju belakang rumah untuk meneruskan pekerjaannya, Sementara Antok melirik pantat pembantunya itu ketika berjalan gemulai meninggalkannya. Antok sangat tergiur dengan tubuh molek yanti pembantunya yang cantik itu. Beberapa kali bujangan itu curi curi pandang menatap kecantikan Yanti pembantunya itu dengan penuh nafsu. Maklum saja Yanti tak terlihat seperti pembantu pada umumnya, Rambutnya yang hitam panjang terurai dengan tatapan mata lentik dan bibirnya yang sensual membuat majikan mudanya itu pusing tujuh keliling. Apalagi saat melihat pahanya yang putih mulus saat sedang mencuci ataupun duduk tak jarang bujang itu berusaha mengintip celana dalam pembantunya itu dari jauh.

Hari itu Antok merencanakan sesuatu untuk mengintip pembantunya yang sedang mandi, Dengan langkah perlahan dan mengendap endap dibelakang rumah bujang itu menaiki atap rumah yang menghubungkan dengan atap kamar mandi. Suasana rumah saat itu sedang sepi karena ibu lelaki itu sedang berpergian, inilah satu satunya kesempatan untuk bisa menikmati keindahan tubuh pembantunya yang cantik itu saat mandi. Dengan perlahan Antok menaiki atap genting sambil mencari celah lubang untuk mengintip, sambil sedikit jongkok Antok menemukan celah lubang yang diinginkan. Seketika itu matanya terbelalak dan jantung berdebar keras saat dari lubang itu melihat yanti pembantunya sedang bertelanjang bulat. Hasrat lelakinya langsung meledak dan bergelora menyaksikan pemandangan indah itu. Namun Antok tak menyadari jika kayu penyangga atap genting itu sudah rapuh termakan usia dan tak kuat menahan beban tubuhnya. Seketika itu juga atap genting itu ambrol dan tubuh Antok meluncur deras disertai dengan jeritan histeris yang sangat menyayat dari lelaki itu.

Braaaaaak…!!! tubuh Antok menhantam lantai kamar mandi

Yaa ampuuun Mas Antookkk!!! Jerut Yanti seketika itu dan buru buru memakai dasternya tanpa sempat dilihat oleh Antok yang sedang menggeliat nggeliat seperti cacing.

aaaughhh…!! Antok mengerang sambil memegangi punggungnya yang sakit itu

Kenapa Mass…?? Sakit yaa…Ucap Yanti melihat majikannya itu berusaha bangun dan berjalan dengan sempoyongan pergi tanpa permisi meninggalkan Yanti yang masih terbengong bengong.

Malam itu langit terlihat cerah dikelilingi bintang bintang yang bertaburan indah, Dengan sarung buntutnya Antok berdiri dihalaman rumah itu sembari menikmati malam yang cerah itu. Saat malam semakin larut Antok memasuki rumah dengan siulan kecilnya. Dentang jam berdentang 12 kali menunjukan malam telah larut, Lelaki itu memperhatikan dengan seksama seluruh keadaan rumah itu. Hatinya sangat dongkol sekali jika ingat kejadian beberapa hari yang lalu saat jatuh dari atap kamar mandi itu.

Ehm..Saat yang tepat untuk mengerjai siYanti..Gumam Antok sambil melangkah perlahan menuju kamar pembantunya. Sesekali melirik kearah kamar ibunya yang sudah tertutup rapat.

Yesss..!! Teriaknya dalam hati ketika mengetahui keadaanya benar benar aman untuk beraksi.

Sesaat kemudian gagang pintu kamar pembantunya itu bergerak perlahan dan pintu kamar itu terbuka perlahan hampir tak bersuara.

Ehm..gelap sekali…Gumam Antok ketika mendapati ruangan kamar pembantunya itu remang remang tanpa cahaya lampu. Perlahan Antok melangkah masuk kedalam kamar itu lalu menguncinya dari dalam.

Didalam kamar pembantunya itu Antok mendapati Yanti tengah tertidur pulas dengan rok yang sedikit tersingkap. Antok sangat ingin melihat tubuh molek pembantunya itu sepuas puasnya, Dengan jantung berdebar debar Antok memegang ujung rok yanti dan perlahan menariknya keatas hingga celana dalam milik pembantunya yang cantik itu terlihat.

Wow..menggairahkan sekali..” GumamĀ  Antok dalam hati menyaksikan paha yanti yang putih mulus itu.

Rasanya ingin segera mengelus dan membelai mbelai kedua paha mulus milik pembantunya itu namun Antok mengurungkan niatnya. Pikirannya sudah dirasuki syetan dan gejolak birahinya menggelora tak terkendali sehingga tanpa pikir panjang melepas celana kolornya dan pelernya terlihat mengacung siap tempur. Rupanya AntokĀ  benar benar sudah lepas kendali dan pelahan menaiki tempat tidur bersiap siap untuk memperkosanya . Sayup sayup dentang jam berbunyi satu kali menandakan malam semakin larut dan senyap. Hembusan angin malam sesekali berhembus pelan menerpa tubuh Antok yang sedang panas oleh nafsu itu. Denganjantung berdebar dan nafas menggebu Antok langsung menindih tubuh molek Yanti pembantunya itu sambil berusaha melepas celana dalam milik Yanti. Namun sesaat Antok hampir tak percaya dengan apa yang dilihatnya dan berusaha menajamkan penglihatannya. Seketika jantungnya mendadak terasa terhenti dan tatapannya terbelalak saat melihat wajah pembantunya. diantara remang remang cahaya lampu wajah yanti berubah menjadi sangat mengerikan dengan tatapan tajam kearahnya.

Hiiii…Toloooooong!!!!! Anto menjerit sekuatnya saat mendapati Yanti pembantunya berubah menjadi hantu mengerikan.

Anto berlari tunggang langgang meninggalkan kamar pembantunya yang cantik itu dengan tubuh setengah bugil dan peler yang masih ereksi itu. Tanpa mempedulikan jika celana kolornya tertinggal dikamar pembantunya itu.

Ada apa?? Ucap Yanti terbangun kaget dan buru buru menyalakan lampu kamar sambil duduk dipinggir tempat tidur. Pembantu cantik itu berusaha memulihkan kesadarannya sembari membetulkan masker wajahnya yang telah mengering itu didepan cermin. Sembari tersenyum geli melihat wajahnya yang seperti badut itu.

Sinar mentari pagi membias dari genangan air dihalaman rumah itu, Sesekali Antok bernyanyi nyanyi kecil sambil mengarahkan selang air kesepeda motornya. Beberapa kali lelaki itu memeras kain lap ditangannya lalu mengusap usap kembali dengan lembut kesepeda motor kesayangannya.

Mas Antok…Ini celananya ketinggalan lho…” kata yanti sambil meletakannya di kursi teras

Eh..Masa?? Sahut Antok gugup dengan wajah memerah menahan malu.

Iyaa..masak lupa sih..?? Ucap Pembantunya itu sambil tersenyum mengejek lalu meninggalkan Antok yang terbengong bengong sambil membawa slank air.

Aduuuh gawat..!! Gumam Antok sambil garuk garuk kepala.

Sialan banget..awas kali ini aku tak akan gagal untuk mengerjainya.. ” Ucapnya geram.

Pagi itu seisi rumah masih terlelap kecuali Antok yang tengah berjalan mondar mandir mengamati situasi, Perhatiannya tertuju kepada Yanti pembantunya yang akan bersiap siap untuk mandi, Tanpa pikir panjang lagi Antok bergegas mendahului masuk kekamar mandi lalu melepas semua bajunya dan bersembunyi didalam bak mandi yang cukup lebar itu. Jika nantinya pembantunya yang cantik itu masuk kekamar mandi pasti tidak tahu keberadaannya didalam bak mandi itu. Dan jika pembantunya sudah telanjang bulat, Antok akan menyergap dan mengerjainya pasti pembantunya itu tak akan berkutik lagi.

he..he..kena deh kamu..” Ucap Antok sambil mendekam didalam bak mandi itu.

Tak beberapa lama Yanti keluar kamar sambil membawa handuk dan perlengkapan mandi, Yanti tak menyadari jika majikannya tengah merencanakan niat buruk terhadapnya. Namun langkah kaki Yanti seketika itu terhenti didepan pintu kamar mandi ketika ibu majikannya dengan tergopoh gopoh menghampirinya.

Aku dulu.. perutku mules..” Ucap ibu majikannya itu sambil buru buru masuk kedalam kamar mandi dan menguncinya dari dalam. Yantipun mengurungkan untuk mandi dan menunggu didepan kamar mandi. Tak sampai satu menit suara gaduh disertai jeritan dan raungan yang sangat memprihatinkan terdengar dari dalam kamar mandi itu. Seketika itu juga seorang laki laki bugil berlari ketakutan keluar kamar mandi melewati Yanti yang sedang berdiri menatap kebingungan.

Beberapa hari kemudian disebuah kamar didalam ruangan rumah itu sayup sayup terdengar orang mengigau seperti sedang menggigil kedinginan. Ternyata Antok anak penghuni rumah itu sedang sakit demam tinggi dan hanya terbaring ditempat tidur saja. Ditengah tengah igauannya Antok merasakan kepalanya dipegang dengan lembut oleh seseorang.

Aduh..Mas Antok badanmu panas sekali..” Ucap Yanti pembantunya sambil memegang kepala Antok yang terasa panas itu.

Eh..Yan..?? Ucap Antok antara percaya dan tidak melihat pembantunya itu memasuki kamarnya dan menguncinya dari dalam.

Kenapa Mas?? Kaget yaa?? Kata Yanti sambil duduk disisi pembaringan majikannya itu.

Selama ini mas pengen lihat aku telanjang kan??? Ucapnya lagi sambil memegang tangan Antok yang terlihat lemah itu.

Antok mengangguk lemah tanpa rasa berdosa dan hampir tak percaya dengan penglihatannya ketika Yanti pembantunya yang cantik itu melepas dasternya dan berdiri didepannya tanpa selembar benangpun menutupi tubuhnya.

There are no comments on this page.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: