CINTA DIATAS PASIR

Hamparan pasir pantai terasa lembut terinjak oleh kaki kaki yang telanjang. Hingga meninggalkan bekas jejak kaki yang seolah tersusun rapi disepanjang daratan pantai parangtritis. Langit pantai terlihat memerah menyambut kepergian sang surya diufuk barat. Agung melirik dewi yang trngah duduk disampingnya lalu dengan sedikit ragu merangkul perlahan tubuh gadis manis yang baru dikenalnya sebulan yang lalu itu. Wajahnya sedikit memerah saat Agung membelai rambutnya yang hitam terurai sebahu.

Aku takut Mas..?

Takut kenapa??

Bagaimana jika anak istri Mas Agung tahu keberadaan kita.. Ucap Dewi lirih

Ah..Biarkan saja!! istriku bikin aku tidak betah dirumah, Tiap hari cuma marah saja kerjaannya..Ucap Agung sedih sambil menatap ombak pantai yang bergulung gulung.

Lebih baik kita pulang yuuk Mas..

Kenapa? Sahut agung pendek.

Perasaanku tidak enak dengan anak istri Mas dirumah.. ” Ucap Dewi sembari membetulkan letak duduknya.

Sudahlah tidak usah dipikirin mereka tidak tahu kok..

Kenapa Mas melakukan semua ini padaku? Ucap Dewi lirih

Sesaat Agung trmenung mendapat pertanyaan seperti itu, Lalu disulutnya sebatang rokok kretek ditangannya lalu dihisapnya dalam dalam dan dihembuskan perlahan seolah berjuta permasalahan rumah tangganya keluar bersama asap rokok itu. Dewi memang gadis yang sangat cantik, Umurnya 10 tahun lebih muda darinya. Tubuhnya sexy dan kulitnya putih mulus terawat, Lain dengan istrinya yang gendut dan galak itu. Didekat Dewi hatinya merasa lebih tenteram.

Lho kok diem mas??

Eh, Iya, Aku seperti ini karena aku menyayangimu..Sahut Agung gugup

Ah gombal…Ucap Dewi tersenyum sembari mencubit lengan Agung.

Tapi itu tak mungkin Mas..

Apanya yang tak mungkin, bukankah perasaan hati itu tak bisa diatur dengan sendirinya..

Dewi seketika terdiam, Perasaanya begitu gundah jika berada disamping Agung, Sebetulnya hatinya sudah lama menyukai kehadiran Mas Agung didalam kehidupannya. Sejak dulu Dewi sangat merindukan kehadiran laki laki dewasa dan penuh perhatian seperti Mas Agung, tidak seperti mantan cowoknya yang selalu bikin hatinya kecewa. Sehingga sudah lama hatinya tertutup dengan semua laki laki, Tapi entah kehadiran Mas Agung membuat hidupnya terasa berarti, Agung sendiri kini bekerja sebagai karyawan perusahaan bagian penjualan sedangkan Dewi merupakan mahasiswi semester satu di sebuah perguruan tinggi terkenal di Yogyakarta. Mas Agung baginya ibarat tempat singgah untuk melupakan rasa frustasi dengan yang namanya cinta, Hingga tak terasa benih benih kerinduan terhadap belaianterasa terobati senja itu.

Kawasan pantai parangtritis mulai terlihat gelap ketika sang surya membenamkan diri. Beberapa penjual wedang dan jagung bakar mulai menyalakan penerangan dari minyak tanah. Hingga terlihat gemerlap bagai cahaya kunang kunang disepanjang pesisir pantai itu.

Dewi tersentak kaget ketika Agung secara tiba tiba mencium bibirnya dan mengulumnya

Ehmmm Mass!!

Buru buru Dewi memalingkan kepalanya melepas pelukan dan ciuman Agung.

There are no comments on this page.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: