.

LINA GURU YANG CANTIK

Ruangan kelas 2 SMP negeri itu terasa hening dan hanya sesekali terdengar desahan nafas panjang para siswa siswi yang sedang mengerjakan soal soal ulangan harian. Beberapa kali Andi menatap kedepan kelas tempat Gurunya berdiri. BuLina begitulah nama gurunya itu, Saat itu mengenakan kemeja merah dan rok hitam sebatas lutut terlihat sangat cantik sekali. Remaja itu beberapa kali curi curi pandang menikmati kecantikan dan tubuh sexy gurunya, Walau masih kelas 2 SMP namun naluri kelelakiannya tak mampu dibendungnya jika melihat tubuh putih mulus Bu Lina gurunya itu. Hayalan Andi melayang layang tak karuan hingga tak terasa penisnya yang baru 2 tahun yang lalu itu disunat mendadak ereksi. Pikiran dan hayalannya makin terbang tatkala gurunya itu duduk dan menyilangkan kedua kakinya sehingga pahanya yang putih mulus itu terlihat. BuLina diam diam memperhatikan tingkah laku aneh anak didiknya itu. Kecurigaannya mulai nyata ketika wajah anak didiknya itu terlihat sayu dengan tatapan mata tajam menerobos kebawah meja tempatnya duduk. Seketika itu guru cantik itu geleng geleng kepala sembari membetulkan rok dan posisi duduknya.

Andi!! cepat kemari!! Panggil BuLina dengan nada tinggi

Iyaaa..Bu.. ” Sahut Andi gugup tak mengira jika Gurunya akan memanggilnya kedepan kelas.

Apa yang ada dipikiran kamu saat ini heh!?

Tidak ada pikiran apa apa Bu..” Sahut Andi kaget mendapat pertanyaan seperti itu.

Coba sekarang kamu berdiri didepan sana dan angkat tanganmu tinggi tinggi..” Ucap Gurunya itu.

Remaja itu mengikuti apa yang diperintah gurunya itu dan mengangkat tangannya, Andi tak menyadari jika penisnya yang tengah ereksi itu terlihat menonjol dibalik celananya.

Anak anak coba perhatikan temanmu ini..apa ada yang aneh dan menonjol??? Kata BuLina sambil berdiri disamping Andi.

Seketika itu ruangan kelas yang tadinya hening menjadi riuh dengan tawa siswa laki laki saat melihat celana Andi yang terlihat menonjol. Beberapa siswi perempuan saling bertatapan bengong tak mengerti dengan apa yang terjadi pada diri Andi temannya itu. Sementara Gurunya yang cantik itu hanya bisa geleng geleng kepala menyaksikan anak didiknya yang kurang ajar itu.

Belum saatnya kamu memikirkan hal itu Andi..” Ucap BuLIna sembari menyuruh anak didiknya itu duduk kembali.

Wajah Andi terlihat merah padam menahan malu yang sangat luar biasa, Dia tak menyangka jika Gurunya yang cantik itu akan mempermalukannya didepan kelas. Perasaan marah kepada gurunya berkecamuk didada remaja itu. Matanya berlinang menahan malu dan marah sembari menghenyakan tubuhnya dibangku tawa cekikikan masih sesekali terdengar saat beberapa siswa melihat raut muka Andi.

Waktu kurang 15 menit lagi soal harus dikumpulkan, telitilah kembali baik baik..” Kata BuLina sembari kembali duduk dikursi guru. Dirinya tak menyadari jika siswanya itu ternyata tak terima dipermalukan seperti itu didepan

There are no comments on this page.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: